Rencana Brebes Menjadi Tempat Tujuan Pabrik Amerika Serikat Pindah Dari China

Brebes Pabrik Amerika Serikat Pindah Dari China

Kami menyediakan jembatan timbang, timbangan truk, dan timbangan digital industri lainnya, yang siap digunakan pada proses konstruksi pembangunan pabrik dan bangunan pada kawasan industri di Indonesia. Kami juga memiliki berbagai product line untuk memenuhi kebutuhan operasional berbagai pabrik di berbagai sektor industri.

Belakangan ini beredar kabar di beberapa media berita di Indonesia. Isi berita tersebut bahwa Brebes direncanakan akan menjadi tujuan utama relokasi pabrik-pabrik multinasional milik perusahaan asal Amerika Serikat. Pabrik-pabrik milik perusahaan dari Amerika Serikat ini tadinya berlokasi di China, dimana perusahaan-perusahaan tersebut berencana memindahkan pabrik mereka ke Indonesia.

Mengapa Brebes yang disebut menjadi lokasi baru pabrik-pabrik tersebut ? Hal ini dikarenakan Brebes merupakan lokasi baru dari relokasi pabrik PT. Shyang Yao Fung, yang merupakan pabrik manufaktur sepatu, terutama sepatu merk Adidas. Pabrik PT. Shyang Yao Fung ini tadinya berlokasi di Tangerang, kemudian dipindahkan ke Brebes. Sejak saat itu, Brebes juga digadang-gadang menjadi lokasi baru tujuan tempat pindah pabrik-pabrik milik perusahaan Amerika Serikat dari lokasinya di China ke Indonesia.

Kabar relokasi pabrik multinasional ini bermula saat Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bercerita mengenai pembicaraan antara Presiden Jokowi dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Menurutnya, Presiden Jokowi berbicara dengan Presiden Trump mengenai pembahasan peluang investasi di bidang farmasi di Indonesia, karena 90% bahan baku farmasi harus diimport.

“Presiden Jokowi bicara dengan Presiden Trump, sekarang Presiden Trump dengan Indonesia. Karena dia berantem dengan Tiongkok, dia mau relokasi industrinya (di China), saya diminta presiden untuk bicara nanti sama pembantu Presiden Trump,” sebut Menko Bidang Maritim dan Investasi itu.

Tidak dijelaskan waktu dan tempat dimana pembicaraan tersebut berlangsung. Namun, telah ada komunikasi antar kedua pemimpin negara ini yang diketahui oleh publik saat Presiden Trump mengungkapkan soal permintaan bantuan ventilator dari Presiden Jokowi lewat akun twitter pribadinya.

Selain itu, kabarnya pemerintah sedang menyiapkan lahan sebesar 4.000 hektare di Jawa Tengah. Lahan itu kelak akan secara khusus disediakan untuk kawasan ekonomi khusus industri farmasi.

“Sekarang kita kerjakan. Sambil kita bicarakan dengan Gubernur Jateng, untuk sekarang kita mulai. Sebenarnya itu pernah dikerjakan itu tapi terhenti, nah, jadi kalau dibilang nggak [jalan] ini industri jalan semua, sekarang misalnya industri APD sekarang buatan dalam negeri 1,5 juta produksi per bulan,” menurut Luhut.

Pernyataan soal kawasan industri seluas 4.000 hektare inilah yang menunjuk pada kawasan industri di Brebes. Mengapa bukan Kawasan Industri di Kendal ? Hal ini disebabkan karena Kawasan Industri di Kendal hanya memiliki luas sebesar 2.200 hektare.

Pihak Juru Bicara Kemenko, Marves Jodi Mahardi saat diminta penjelasan oleh media berita, mengatakan bahwa masih butuh waktu untuk menjelaskan soal rencana besar tersebut, karena masih perlu dilakukan koordinasi dengan beberapa pihak terkait.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang telah menyiapkan 27 kawasan industri baru untuk dibangun dalam kurun waktu 2020-2024. Salah satu lokasi tempat pembangunan kawasan industri tersebut adalah Brebes, Jawa Tengah, yang selama ini dikenal dengan produksi bawang dan telur asin. Menurut Menperin, dari 27 kawasan itu, hanya ada 2 kawasan berada di Pulau Jawa. Satu di Brebes dan satu di Madura. Sedangkan 25 kawasan lainnya akan berada di luar Pulau Jawa.

Pemda Kabupaten Brebes sendiri memiliki rencana pengembangan Kawasan Industri Brebes (KIB) seluas 3.976 hektare dan untuk Kawasan Peruntukan Industri Brebes (KPIB) seluas 5.070 hektare. Kawasan industri ini akan membentang dari kecamatan Losari, Tanjung hingga Bulakamba.

Dalam catatan resmi Pemkab Brebes, sebanyak 39 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor usaha telah mendaftar sebagai penghuni Kawasan Industri Brebes sampai November 2019. Selain itu, sebanyak 24 investor telah mendirikan pabrik di Kabupaten Brebes, selebihnya sebanyak 12 perusahaan masih dalam proses perizinan hingga akhir 2019.

Sedangkan, menurut Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi Sanny Iskandar, Pemerintah perlu serius dalam melakukan persiapan guna menyambut investasi perpindahan pabrik Amerika Serikat dari China ke Indonesia tersebut.

Sanny Iskandar menilai saat ini kawasan industri di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah memiliki harga lahan yang tidak terlalu tinggi dan memang telah dipersiapkan untuk industri yang orientasi padat karya agar menyerap tenaga kerja yang lebih banyak.

Namun, dalam kenyataannya, implementasi investasi atau praktik lainnya seringkali terhambat permasalahan sinkronisasi dari pusat dengan yang di lokasi.

Karena itu Sanny Iskandar menyarankan untuk pertama-tama melakukan konfirmasi terkait tata ruang wilayah apakah sudah sesuai untuk kawasan industri atau belum. Pasalnya soal tata ruang ini cukup membutuhkan waktu yang lama serta membutuhkan persetujuan antara pemerintah daerah dengan DPD, padahal jadwalnya hanya lima tahun sekali. Secara umum, Sanny menyebut setelah kesesuaian tata ruang didapatkan, selanjutnya dibutuhkan kepastian status lahan agar ke depannya tidak ada hal-hal mengganggu aktivitas usaha.

Selain itu, perlu dilakukan studi kelayakan untuk pengembangan rencana utama. Kemudian perlu diadakan peninjauan kembali kontruksi jalan masuk atau yang berkaitan dengan infrastruktur termasuk air besih, pembuangan air kotor, pembangkit listrik, dan lain sebagainya.

Tidak hanya itu, persiapan masih belum termasuk izin Amdal, izin investasi atas nama pengembang Kawasan Industri Brebes, PT. Kawasan Industri Wijayakusuma, lalu pembuatan kawasan pengolahan limbah yang juga harus disiapkan di dalamnya yang termasuk investasi teknologi oleh pengelola.

Setelah berbagai persiapan di atas dilakukan dengan serius dan cepat maka target investasi masuk pada 2022 dapat terealisasi. Adapun secara terpisah, pengembang Kawasan Industri Brebes, PT. Kawasan Industri Wijayakusuma telah menargetkan pada 2022 telah dapat mulai terjadi transaksi investasi. Sedangkan untuk rencana utama kawasan industri, diharapkan target paling cepat disiapkan pihak pengelola akan selesai pada bulan Juli 2020.

Direktur Utama PT. Kawasan Industri Wijayakusuma menyebut pihaknya memang perlu bergerak cepat guna memastikan setiap momentum investasi seperti relokasi pabrik industri multinasional dari China misalnya bisa masuk ke Indonesia. Gerak cepat itu perlu dilakukan untuk menghindari kejadian seperti tahun 2019, dimana waktu itu ada rencana relokasi dari China, tetapi pada akhirnya tidak ada satupun pabrik yang masuk ke Indonesia, tapi malah masuk ke Vietnam.

Berita di atas disadur dari berbagai narasumber media berita. Sedangkan untuk timbangan digital industri yang cocok digunakan pada pelaksanaan pembangunan kawasan industri, Gewinnscale.id menyediakan peralatan penimbangan heavy duty terbaik di Indonesia. Timbangan kami seperti jembatan timbang dan timbangan truk memiliki tingkat keakuratan yang dapat diandalkan, serta kuat digunakan dalam jangka waktu panjang.

Rencana Brebes Menjadi Tempat Tujuan Pabrik Amerika Serikat Pindah Dari China