Kawasan Industri Hijau merupakan sebuah proyek raksasa dengan perkiraan nilai investasi sangat besar mencapai US$ 132 miliar. Kawasan Industri Hijau dikelola oleh PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) di Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Adapun luas lahannya mencapai 13 ribu hektare.

Dan belakangan ini terungkap bahwa PT Adaro Minerals Indonesia Tbk merupakan salah satu investor besar di KIPI. PT Adaro Minerals Indonesia ini merupakan bagian dari Adaro Group yang bergerak di bidang energy di Indonesia. Gewinn Scale pernah bekerja sama dengan Adaro Group melalui salah satu anak perusahaannya PT Tri Alam Abadi, perusahaan tambang batubara. Gewinn Scale telah beberapa kali menyelesaikan berbagai proyek pemasangan jembatan timbang/timbangan truk untuk PT Tri Alam Abadi.

Kembali pada topik, Kawasan Industri Hijau ini lokasinya berjarak sekitar 185 kilometer dari Ibu Kota Nusantara (IKN) di Panajam Paser, Kalimantan Timur.

Kawasan Industri Hijau ini dibangun dalam rangka transformasi ekonomi Indonesia yang bertahun-tahun bertumpu kepada sumber daya alam, dengan mengekspor barang mentah. Dengan kehadiran Kawasan Industri Hijau, Indonesia dapat mengekspor barang setengah jadi hingga barang jadi sehingga memberikan nilai tambah yang besar bagi Indonesia. Selain itu industri yang dibangun dapat menempatkan Indonesia pada posisi kunci dalam pemanfaatan teknologi kedepannya.

Kawasan industri hijau ialah kawasan industri yang menerapkan teknologi atau produksi bersih. Kawasan ini tak lagi menggunakan batu bara sebagai sumber listrik, melainkan teknologi lain seperti halnya air, angin, dan teknologi lain. Di kawasan industri hijau, setiap perusahaan harus mengolah limbah atau sampah yang dihasilkan dan/atau berusaha mengurangi emisi gas rumah kaca di lokasi produksinya. Penerapan green industrial park juga berpotensi memunculkan efisiensi pemakaian bahan baku, energi, dan air. Sehingga limbah maupun emisi yang dihasilkan menjadi lebih sedikit dan proses produksi menjadi lebih efisien. Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk industri nasional di kancah internasional.

Kawasan ini juga dapat dimanfaatkan dalam perkembangan pembangunan new energy battery yang dapat mendukung program Pemerintah terkait penurunan emisi karbon pada 2030 melalui penggunaan kendaraan listrik. Disebutkan kawasan industri ini nantinya dipersiapkan untuk pembangunan industri baterai kendaraan listrik (EV Battery), kemudian untuk pembangunan petrokimia, petrochemical, dan juga untuk pembangunan industri aluminium. Diharapkan ketiga pembangunan tersebut dapat didukung oleh energi hijau, oleh renewable energy, oleh hydropower dari Sungai Mentarang.

Kawasan industri ini juga akan menggunakan teknologi-teknologi termutakhir atau hi-tech karena produk yang dihasilkan nantinya mulai dari sodium ion, lithium ion, semikonduktor, petrokimia. Dimana kemudian semua produk turunannya akan bisa menjadi tekstil, menjadi produk-produk lainnya, akan muncul produk dari sini green aluminium, solar panel, industrial silicon.

Kawasan energi hijau tersebut akan mampu meningkatkan pendapatan per kapita sekitar USD 10.000 dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,8 persen di tahun 2030. Capaian tersebut akan lebih besar jika Indonesia mampu melakukan hilirisasi sejumlah mineral lainnya.

Meskipun ditargetkan untuk menjadi kawasan energi hijau, pada awalnya tidak akan langsung ke energi hijau, tapi ada transisinya. Tetapi, diharapkan dengan kekuatan kompetitif, dengan energi hijau, kemudian barang-barang produk yang dihasilkan juga produk-produk hijau. Inilah yang akan menjadi kekuatan Kawasan Industrial Park Indonesia di Kalimantan Utara.

Kawasan Industri Hijau ini adalah green industrial park yang terbesar di dunia dan merupakan masa depan Indonesia. Jika terealisasi dengan baik, pergerakan industri dapat menuju ke kawasan hijau ini, industri apa pun yang berkaitan dengan green product pasti akan menengok ke kawasan ini.

Salah satu proyek pembangunan di dalam KIPI saat ini adalah proyek smelter aluminium terbesar di Indonesia milik PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI) yang berlokasi di dalam KIPI. PT Kalimantan Aluminium Industry merupakan anak perusahaan grup PT Adaro Minerals Indonesia Tbk.

Smelter aluminium ini dibangun dengan perkiraan nilai investasi keseluruhan sekitar US$ 2 miliar dan merupakan bagian dari pengembangan Kawasan Industri Hijau Kalimantan Utara yang dibangun KIPI guna mendukung program hilirisasi industri sumber daya alam yang dicanangkan pemerintah guna memberikan nilai tambah bagi bahan mentah serta pemanfaatan energi hijau.

PT Kalimantan Aluminium Industry ini membangun smelter aluminium di lahan seluas 600 Ha dengan kapasitas produksi aluminium pada fase pertama sebanyak 500.000 ton per tahun (ton per annum/tpa) aluminium. Diharapkan pembangaunan smelter aluminium ini akan memberikan dampak positif bagi Indonesia yaitu untuk mengurangi impor aluminium, memberikan proses dan nilai tambah terhadap alumina, meningkatkan penerimaan pajak negara maupun penyerapan lebih dari 6.000 tenaga kerja lokal pada fase konstruksi dan sekitar 1.500 tenaga kerja lokal pada fase operasi.

Akhir Kata

Setelah disebutkan sebelumnya, Gewinn Scale merupakan partner kerja dari grup Adaro melalui salah satu anak perusahaannya PT Tri Alam Abadi. Gewinn Scale telah beberapa kali menyediakan timbangan truk berkualitas untuk PT Tri Alam Abadi yang membuktikan kepercayaan terhadap produk jembatan timbang dari Gewinn Scale.

Bagi anda yang membutuhkan jembatan timbang berkualitas tinggi seperti yang Gewinn Scale sediakan untuk grup Adaro, yang merupakan salah satu investor besar di Kawasan Industri Hijau, anda dapat menghubungi kami kapan saja. Gewinn Scale siap menjawab kebutuhan penimbangan industri anda.